Iman Kepada Rosul ALLAH SWT
Pengertian Iman Kepada Nabi Dan Rasul Allah SWT Iman Kepada Rasul artinya meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah mengutus orang-orang pilihan dengan tugas membimbing dan mengajarkan wahyu kepada umatnya menuju jalan kebahagiaan sejati di dunia dan di akhirat. Rasul adalah orang pilihan Allah SWT yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada umatnya. Rasul manusia biasa yang diberi keistimewaan oleh Allah SWT. Mereka juga hidup layaknya manusia biasa, memerlukan makan, minum, dan berinteraksi dengan manusia lainnya. Seseorang yang beriman kepada Rasul Allah akan senantiasa mengamalkan dan meneladani semua sifat dan perilaku yang ada pada Rasul Allah SWT tersebut. Kita harus meyakini dengan sepenuh hati bahwa ajaran yang disampaikan benar-benar berasal dari Allah SWT. Nabi Dan RasulSelain istilah Rasul kita juga mengenal istilah Nabi. Nabi berasal dari kata Naba yang artinya ditinggikan atau kata Naba yang berarti berita. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa Nabi adalah orang yang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT dengan memberinya wahyu (berita). Menurut istilah, Nabi berarti manusia biasa, laki-laki, yang dipilih oleh Allah SWT untuk menerima wahyu. Rasul berasal dari kata arsala yang artinya mengutus. Rasul berarti seorang laki-laki yang diberi wahyu dan diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikanRisalah (syariat) kepada umatnya. Dari sini dapat dipahami tentang perbedaan Nabi dan Rasul, yaitu terletak pada kewajibannya menyampaikan Risalah atau syariat kepada umatnya.Nama-Nama Rasul Allah SWTPada setiap kaum pasti terdapat satu Rasul yang akan membimbing umatnya menuju jalan kebenaran dan untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT. Jumlah Rasul yang perlu kita ketahui ada 25 sebagai berikut :
- Nabi Adam AS
- Nabi Idris AS
- Nabi Nuh AS
- Nabi Hud AS
- Nabi Shalih AS
- Nabi Ibrahim AS
- Nabi Luth AS
- Nabi Ismail AS
- Nabi Ishak AS
- Nabi Yaqub AS
- Nabi Yusuf AS
- Nabi Ayub AS
- Nabi Dzulkifli AS
- Nabi Syu’aib AS
- Nabi Musa AS
- Nabi Harun AS
- Nabi Dawud AS
- Nabi Sulaiman AS
- Nabi Ilyas AS
- Nabi Ilyasa AS
- Nabi Yunus AS
- Nabi Zakaria AS
- Nabi Yahya AS
- Nabi Isa AS
- Nabi Muhammad SAW
- Siddiq, siddiq berarti jujur. Nabi dan Rasul utusan Allah SWT merupakan manusia yang jujur. Mereka menyampaikan apa yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada umatnya. Tidak ada risalah atau syariatyang disembunyikan atau tidak disampaikan kepada umatnya.
- Amanah, berarti dapat dipercaya. Nabi dan Rasul memiliki sifat amanah. Oleh karena Nabi dan Rasulmemiliki sifat jujur, mereka dapat dipercaya. Kejujuran yang dimiliki oleh Nabi dan Rasul menyebabkan mereka dipercaya. Mereka menjaga dan melaksanakan amanah yang diterima kapan pun dan di mana pun berada.
- Tablig, Rasul Allah SWT dikaruniai sifat tablig yang berarti menyampaikan. Apa yang diterima dari Allah SWT disampaikan kepada umatnya. Rasul tidak mengurangi sedikit pun perintah yang diterima dari Allah SWT.
- Fatanah, Rasul Allah SWT memiliki sifat Fatanah yang berarti cerdas. Dalam menjalankan dakwah,Rasul sering menemui halangan dan rintangan. Halangan dan rintangan harus dihadapi dan dicarikan jalan keluarnya. Diperlukan kecerdasan dan kejernihan pikiran agar dapat keluar dari tantangan yang dihadapi. Oleh karena itu Allah SWT mengaruniai Nabi dan Rasul-Nya sifat Fatanah.
- Nabi Nuh AS
- Nabi Ibrahim AS
- Nabi Musa AS
- Nabi Isa AS
- Nabi Muhammad SAW
- Sangat sederhana, Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin besar yang sangat sederhana. Ketika tidur pun Beliau hanya menggunakan selembar tikar terbuat dari anyaman daun kurma.
- Pemimpin yang dicintai, sebagai pemimpin Nabi Muhammad SAW terkenal adil dan bijaksana. Beliau mengantarkan suatu keadaan masyarakat yang gelap gulita (jahiliah) menjadi masyarakat yang terang benderang.
- Apabila berbicara, bicaranya jelas sehingga orang yang mendengarkannya akan paham.
- Apabila berkata-kata selalu diiringi dengan senyum.
- Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling memerhatikan kebersihan.
- Apabila selesai makan, Beliau selalu mengucapkan : “Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan menghilangkan haus dan semoga Allah menjadikan kita sebagai orang yang pasrah”.
- Apabila menyuruh melakukan sesuatu, Beliau pasti sudah mengerjakannya terlebih dahulu.
- Beliau mengembangkan silaturahmi tidak hanya kepada keluarga tetapi juga kepada semua orang.
- Rasulullah SAW tidak pemarah dan tidak pendendam.
- Beliau adalah orang yang sangat penyayang. Sabda Nabi Muhammad SAW : “Kasihanilah orang yang di bumi, niscaya yang di langit akan mengasihanimu”. (HR. Tabrani).
Semoga Bermanfa'at ......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar